Sebagian besar orang tidak menyadari pentingnya fungsi pengantar roll film
yang bertugas dari satu bioskop ke bioskop lain, mengirim roll film, demi kelancaran
pemutaran/screening. Saya sendiri baru menyadari ketika mendistribusikan film
pertama saya, Cau Bau Kan. Ternyata pengantar roll atau istilah orang bioskop
“petugas day and date,” masih eksis di Indonesia.
Ketika Joko Anwar masih bekerja sebagai wartawan dan mewawancarai saya di tahun
2002, dia menumpahkan idenya yaitu film dengan judul Janji Joni, yang bercerita
tentang petugas “day and date,” si Joni.
Cerita yang unik dan skill Joko yang baik dalam penulisan skenario telah terbukti
dengan tanggung jawab yang saya berikan dalam beberapa iklan layanan masyarakat
yang kami produksi, juga dalam kontribusinya sebagai co-writer Arisan!.
Setelah menggodok Janji Joni bersama-sama, akhirnya semua siap secara mental
dan secara kematangan produksi, maka pada tanggal 6 Januari 2005 mulailah kita
shooting.
Total 20 hari shooting cukup pendek dan membuat seluruh tenaga tim Janji Joni
terkuras. Tetapi, hasil yang membuat kami sangat berbahagia, membuat kelelahan
itu terbayar.
Semoga kondisi perfilman Indonesia akan menjadi lebih baik dan besarnya gap
antara kelahiran sutradara lama dan sutradara baru menjadi lebih kecil. Seperti
halnya, di negara-negara yang perfilmannya maju, yang terus bermunculan nama-nama
sutradara-sutradara baru yang menyuguhkan cerita-cerita segar dan berbeda, dengan
produser-produser yang tahu betul seluk beluk produksi film.
Harapan saya, film ini bisa menghibur sekaligus memberikan suatu cerita baru
yang “fresh” bagi masyarakat Indonesia. Nicholas sebagai Joni tampil
berbeda dari biasanya dan karya pertama Joko sebagai sutradara yang cukup menjanjikan
untuk masa depan perfilman kita, membuat saya bertambah “enjoy”
menjadi produser Janji Joni.
Semoga “enjoyment” ini dapat terasa oleh para penonton Janji Joni.
NIA DINATA
Biografi
Nia Dinata lahir pada tanggal 4 Maret 1970 di Jakarta, Indonesia. Lulus dari
jurusan Komunikasi Massa di Elizabethtown College, Pennsylvania, Nia kemudian
mengambil program khusus produksi film di New York University.
Setelah kembali dari Amerika pada, Nia bekerja di berbagai proyek televisi.
Pada 1998 ia memenangkan penghargaan Film Terbaik dan Drama Terbaik untuk drama
televise 90 menitnya yang berjudul Mencari Pelangi dalam Festival Televisi.
Sejak itu, Nia mulai menyutradarai berbagai program televise, iklan dan video
klip.
Film layar lebar pertamanya adala sebuah film epik semi kolosal Ca Bau Kan yang
diproduksi tahun 2000. Ca Bau Kan adalah sebuah film adaptasi dari sebuah novel
karya penulis terkenal Indonesia, Remy Sylado. Ca Bau Kan merupakan film pertama
yang berkisah tentang komunitas Tionghoa setelah era Reformasi di Indonesia.
Lewat Ca Bau Kan, Nia memenangkan penghargaan “Best Promising New Director”
di Asia Pacific Film Festival, Seoul, Korea Selatan pada 2002. Filmnya sendiri
memenangkan “Best Art Director” pada festival yang sama. Pada 2003,
Ca Bau Kan terpilih oleh Academy of Motion Picture Art & Science (AMPAS)
untuk diputar sebagai kandidat nominasi untuk kategori Foreign Film.
April 2002, bersama Afi Shamara, Nia memproduseri film layer lebar kedua berjudul
Biola Tak Berdawai. Film ini merupakan debut sutradara perempuan independen,
Sekar Ayu Asmara.
Di tahun 2003, Nia menyutradarai Arisan! sebuah komedi satir dengan skenario
yang ditulisnya bersama Joko Anwar. Arisan! menuai review yang marak dari berbagai
dunia atas kelugasannya dalam memotret karakter gay di Indonesia, yang notabene
merupakan negara berpenduduk muslim terbesar dan berhasil merebut hati penonton
dengan portrayal karakternya yang natural dan apa adanya. Film ini telah mendapatkan
penghargaan di berbagai festival di Indonesia. Di Cinemasia Film Festival di
Amsterdam tahun 2004, Arisan! Mendapatkan penghargaan Best Film dan Most Popular
Film. Di Asian American International Film Festival di New York tahun 2004,
film ini masuk ke dalam nominasi untuk Annual Emerging Director Award. Di MTV
Indonesian Movie Awards tahun 2004, film ini mendapat penghargaan Best Picture,
Best Director dan Most Favorite Supporting Actor.
<< BACK I
BACK TO TOP