Film. Mungkin anugrah seni terbesar yang pernah dimiliki manusia. Kita semua
tahu bagaimana sebuah film dibuat, ditulis, di-syut, diedit, baru setelah itu
film bisa dinikmati orang di bioskop.
Tapi sangat jarang orang yang mengerti peran anak muda berusia 22 tahun bernama
JONI dalam proses di atas. Dia adalah orang di balik layar. Dia adalah orang
yang menentukan, apakah kita bisa nonton film di bioskop apa tidak. Joni adalah
seorang pengantar rol film.
Saat Joni sedang bertugas, rol film akan diantar tepat waktu sehingga penonton
tidak akan pernah melihat tanda ini muncul di layar bioskop: “MOHON MAAF,
TUNGGU FILM.” Itulah Janji Joni.
Tapi suatu hari, seluruh kota seolah-olah berkonspirasi untuk membuat Joni terlambat
mengantar rol filmnya, justru saat Joni mempunyai sesuatu yang sangat besar
untuk dipertaruhkan jika dia terlambat, the girl of his future.
Joni harus berhadapan dengan berbagai karakter yang eksentrik, gang-gang Jakarta
yang menyerupai labirin, berpacu dengan waktu untuk menunaikan janjinya.
Apakah perjuangan Joni sia-sia? Jawabannya ada di bioskop-bioskop mulai 28 April
2005